Selasa, 14 Februari 2017

Apa Sih Perbedaan S1 dan D4 Kebidanan?



Pertanyaan-pertanyaan terkait topik di atas sering sekali diajukan ke saya. Terkadang saat sedang kelas pun ketika membahas perbedaan 2 jenjang pendidikan tersebut sering kali berakhir hangat. Beberapa teman yang ingin melanjutkan sekolah dari D3 kebidanan beberapa kali meminta pendapat saya tentang perbedaan S1 dan D4 kebidanan. Jadi, saya terinspirasi untuk menyimpulkan dalam tulisan ini agar mudah dipahami. Apa yang saya tulis mungkin tidak memuat keseluruhan informasi, tapi sebisa mungkin saya sajikan informasi dari sumber terpecaya.

Minggu, 11 Desember 2016

BAGIAN PERTAMA (Beriris-iris Asas Makna)

            Makna dari berkah adalah ats-tsubuut (tetap) dan al-luzuum (terus melekat) (Dr. Nashir ibn ‘Abdirrahman Al-Juda’i dalam At-Tabarruk Anwa’uhu wa Ahkamuhu).

            Lafazh al-barku digunakan untuk menggambarkan sekawanan unta yang menderum setelah minum di dekat wahah (telaga di tengah padang pasir). Dengan demikian berkah adalah menetap dalam ketentraman, seperti unta yang merasakan sejuk meski di sekitar panas bersengatan (Al-Khalil ibn Ahmad dalam bidang ilmu nahwu).

Minggu, 20 Maret 2016

KAMI PRAMUKA, TAPI KAMI TETAP MUSLIMAH



            Lengket. Berkeringat. Gerah. Cukup menjadi alasan untukku tetap sabar berdiri mengantre di sini. Aku masih mengenakan kostum coklat-coklat sementara temanku yang lain sudah segar sedang merapikan tenda kami. Sebuah gamis hitam terselip di antara lenganku. Suara ‘byar byur’ air dari dalam kamar mandi menggelitik kesabaranku.
            “Ah, lama sekali, sih!”

Minggu, 30 Agustus 2015

PPKMB a.k.a OSPEK ALIH JENIS UNIVERSITAS AIRLANGGA


            Ini sedikit informasi buat kalian yang lolos alih jenis Unair..
            Maba alih jenis seringkali bertanya-tanya, apakah maba alih jenis masih ikut ospek seperti maba reguler? Kalau diospek juga apa juga ikut “diplonco”? Apa tugas-tugas yang dibebankan kepada maba alih jenis sama seperti maba reguler?
            Berbagai macam pertanyaan seputar ospek (di Unair namanya PPKMB) pasti “menghantui” para maba alih jenis (seperti saya ketika itu, hehe). Sampai H-1 berangkat ke Surabaya masih belum ada info menyeluruh tentang keikutsertaan maba alih jenis. Tapi yang pasti kami tetap ikut PPKMB, entah nanti kebijakannya seperti apa masih cukup membingungkan.

Sabtu, 18 Juli 2015

ALIH JENIS S1 PENDIDIKAN BIDAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2015

Hellow para bidan seantero jagad raya J

            Judul blognya gawat yaa. Hehe.. Yaa karena aku sangat berjuang untuk bisa lolos di program studi yang sangat langka ini. Setauku S1 Kebidanan di Indonesia hanya ada di 2 Universitas, yaitu; Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya (kalau ternyata ada tambahan monggo dikomen J) dan yang membuka pendaftaran untuk lulusan D3 kebidanan alias ekstensi hanya di Universitas Airlangga. So, kebayang kan langkanya prodi ini? Hehe
            Sejak semester 2 perkuliahanku di STIKES Widyagama Malang, aku sudah bertekad untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang S1 bukan D4. Meski sebenarnya ‘kebidanan’ bukan pilihan hidupku (hehehe), tapi sepertinya Allah memang menggariskan aku untuk menjadi seorang BIDAN. Jadi, mari nikmati prosesnya J
            Alhamdulillah, meski aku cukup lama beradaptasi dengan dunia kebidanan (sampai sekarang masih beradaptasi) aku bisa lulus pendidikan D3 dengan IPK cukup memuaskan yaitu 3,82. Karena kampusku sedikit terlambat dalam hal kelulusan, aku lulus bulan September sementara UNAIR hanya membuka pendaftaran hingga 2 gelombang saja. Pendaftaran gelombang 2 ditutup awal Agustus 2014. Jadi pupuslah harapan bisa segera melanjutkan studi ke S1. Tapi sepertinya Allah memang ingin aku mempersiapkan dengan matang, sehingga selama menunggu pendaftaran tahun ajaran 2015/2016 dibuka aku bekerja di sebuah Puskesmas di Situbondo. Cukup lama aku bekerja di sana sekitar 5 bulan hingga akhirnya aku mengundurkan diri karena lolos tes masuk S1 alih jenis Pendidikan Bidan UNAIR.
            Dua bulan aku mempersiapkan tes ini, mempelajari berbagai soal matematika, bahasa inggris, dan TPA. Bahkan untuk matematikanya aku belajar ke tetanggaku yang guru matematika SMA. Dan ketika mendekati hari H tes ujian masuknya aku sudah sangat siap dan optimis. Sebelumnya aku juga sering tanya sana sini dan googling tentang pengalaman orang-orang yang pernah lolos S1 kebidanan UNAIR.
Ini Jadwal Kegiatannya. Aku ikut gelombang I-nya. Kuota mahasiswa yang diterima S1 Pendidikan Bidan Unair adalah 50 mahasiswa.

Ini Persyaratannya. Disiapkan betul-betul karena proses seleksi berkas secara online, gak bisa nego.hehe

Ini materi ujiannya. Soal TPAnya yaa umumlah, soal matematikanya sekelas matematika IPA SBMPTN.

Hal yang perlu diperhatikan, jangan pernah membeli soal-soal yang dijajakan di sekitar kampus UNAIR, karena soal-soal tes masuk UNAIR tidak pernah keluar. Bahkan pihak UNAIR sendiri sudah memberi pengumuman tentang hal ini. Kemudian, karena soal yang diberikan cukup banyak dan waktunya singkat maka usahakan tidak grogi saat mengerjakan soal. Karena grogi akan membuat kita sulit berkonsentrasi. Kerjakan soal yang mudah dan membutuhkan sedikit waktu, jangan fokus pada soal yang memakan banyak waktu. Oya, tes ujian masuk alih jenis UNAIR tidak seperti SBMPTN yang menggunakan nilai minus jika jawaban salah. Jadi untuk soal yang kalian benar-benar tidak tau jawabannya bisa cap cip cup. Hehe (moga cap cip cup-nya bener yaa) tapi tidak menutup kemungkinan tes pada tahun-tahun berikutnya juga mempergunakan peraturan seperti SBMPTN. Jadi, siap-siap aja J
Nah, sudah jelas kan? So, jangan tergoda beli soal-soal tes yang dijajakan yaa..

Agak gak sabar juga nunggu pengumuman yaitu tanggal 20 Mei 2015. Dan ketika tanggalnya tiba aku mendapat kabar bahwa pengumumannya diundur hingga pukul 19.00. Yah, semakin dag dig dug lah aku... And finally.... selepas sholat Isya aku tiduran sambil main hp. Awalnya iseng buka website ppmb.unair untuk lihat pengumuman karena sebelumnya dapet info lagi pengumuman diundur pukul 21.00. Dan betapa bahagianya saat aku memasukkan nomor ujianku dan taraa....

Semoga kalian yang sedang berjuang untuk lolos di S1 Pendidikan Bidan UNAIR juga dapet pengumuman begini yaa J
Setelah dinyatakan lolos barulah registrasi ulang dan melakukan 2 tes lagi. Tenang saja, tes ini tidak akan mempengaruhi lolos tidaknya. Yaitu tes kesehatan dan tes bahasa inggris. Untuk tes kesehatan yang digunakan adalah tes ketunaan. Mata dan telinga. Tes bahasa inggrisnya seperti tes TOEFL ITP.

Sekian sharing tentang pengalaman mengikuti serangkaian tes masuk S1 Alih Jenis Pendidikan Bidan UNAIR. Siapapun kalian yang sedang bertekad dan berjuang bisa lolos di prodi ini, semoga sukses yaa jangan lupa berdoa J